Rabu, 20 Desember 2017

Jalan-Jalan Ke Russia? Yuk, Ketahui 10 Fakta Menarik Ini!

(https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Map_of_Russia)


Jika mendengar kata "Russia", apasih yang pertama terlintas dipikiran teman-teman? Masha & The Bear? Negara dingin dengan mata-mata yang jahat seperti di film-film? Beruang merah? atau Bapak Presidennya, Vladimir Putin? he..he..he. Tentunya teman-teman sendiri memiliki pikiran yang berbeda-beda yaa satu sama lain. Tetapi, apakah pemikiran tersebut merupakan hasil konstruksi realitas yang dibentuk oleh media yang teman-teman konsumsi selama ini? 

Rusia merupakan sebuah negara yang membentang dengan luas di sebelah timur Eropa dan utara Asia. Dengan wilayah seluas 17.125.200 km², Rusia adalah negara terluas di dunia. Jika kita ingin pergi dari Moscow di sebelah timur ke Vladivostok sebelah barat naik pesawat, kira-kira memerlukan waktu 8 jam dengan penerbangan langsung dengan perbedaan waktu 7 jam lebih cepat di Vladivostok (Jakarta dan Jayapura hanya beda 2 jam saja). Jika kita memilih naik kereta api, maka waktu yang ditempuh untuk menyusuri jalan sepanjang 9.258 km adalah 7 hari! Lumayan sekali, kan?

Pada bulan Oktober kemarin, Rusia menjadi tuan rumah dalam acara 19th World Youth Festival of Youth and Student (WFYS). WFYS merupakan sebuah festival untuk pelajar dan kaum muda untuk berkomunikasi melalui diskusi, kegiatan kebudayaan, olahraga, dan lainnya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi anak muda saat ini dan yang akan datang. Festival ini dapat dibilang sebagai upaya soft diplomacy yang dilakukan Rusia untuk melakukan branding lebih baik kepada dunia, terlebih para pemuda yang akan menjadi para pemimpin dunia di masa datang. Seperti yang dipelajari dalam public relation, memiliki dan menjaga citra yang baik sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu, organisasi atau perusahaan, dan juga negara. Alhamdulillah, sebagai perwakilan dari Komunikasi FISIP UI, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Berbekal pengalaman tersebut, berikut adalah fakta-fakta mengenai masyarakat Rusia yang saya temui:

1. Orang Rusia Tidak Sejahat yang Dibayangkan, kok.
Pada dasarnya semua orang itu baik, tetapi mungkin terdapat beberapa hal yang membuat kita menganggapnya "kurang" baik di mata kita. Rusia memang dingin, tetapi orang-orangnya cukup hangat, kok. Ada sebuah pengalaman sewaktu saya dan teman-teman nyasar ketika mencari alamat sesaat setelah keluar dari stasiun. Tiba-tiba ada seorang embak Rusia badai yang menghampiri dan menjelaskan cara ke alamat tersebut sampai akhirnya buka google map di handphone nya karena kami masih gak mengerti juga ha..ha..ha. baik banget kan ya. Selain itu, ada juga seorang ibu yang dengan sendirinya menunjukkan arah ketika melihat muka saya dan teman saya yang terlihat kebingungan saat hendak ke sebuah pasar yang banyak dikunjungi turis di Moscow. Jadi, ternyata orang Rusia gak sejahat seperti digambarkan di media yang kita konsumsi, kan? he.. he.. he..

2. Sama seperti negara Eropa lainnya, Bahasa Ibu Lebih Sering Digunakan
Mungkin ini adalah salah satu alasan utama kenapa orang-orang Rusia terkesan "dingin". Banyak sekali penduduk Rusia yang bisa dibilang "minim" berbicara bahasa Inggris, terlebih penduduk yang berusia tua. Oleh karena itu, seakan-akan terlihat jika penduduk Rusia tidak banyak berbicara. Penduduk yang lebih muda biasanya sudah mulai terbuka untuk belajar bahasa Inggris sehingga mereka lebih "berani" dan "terbuka" untuk berbicara dengan strangers. Waktu di stasiun, teman saya bertanya kepada seorang ibu apakah line kereta ini benar untuk menuju ke suatu tempat. Ibu ini hanya diam seribu bahasa saja ketika ditanya. Setelah 4-5 kali mengulangi pertanyaan yang sama, akhirnya ibu ini menoleh dan menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti.. atau tidak tahu? he..he. Setelah kejadian tersebut, kami pun lebih sering bertanya "Do you speak English?" atau hanya "English?" sebelum bertanya atau memulai pembicaraan dan biasanya mereka menjawab "little", "no, sorry", atau hanya sekedar menggelengkan kepala.

3. Sama Seperti Indonesia, Kesenjangan Terjadi di Rusia
Menurut pengamatan saya, kesenjangan di Rusia bisa dibilang cukup tinggi, lho. Hal tersebut juga didukung oleh artikel-artikel yang ternyata memang jurang antara kaya dan miskin di Rusia cukup dalam. Ketika di Moscow, mungkin kita bisa menemui mobil-mobil mewah dengan gedung-gedung tingginya dengan mudah, tapi ketika keluar dari ibukota Rusia tersebut, masih banyak juga kota-kota yang masih bisa tergolong sebagai desa dengan pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama. Di Moscow sendiri, terdapat pula pengemis dan pengamen di beberapa sudut kota dan juga di stasiun. Hal yang membuat saya bingung adalah pengemis dan pengamen ini terlihat menggunakan pakaian yang cukup bagus menurut saya he..he..he. Mungkin memang beda ya dengan pengemis dan pengamen yang ada di Indonesia. Oh iya, meskipun memiliki transportasi yang cukup baik dan teratur (menurut saya) ternyata Moscow juga macet lho. Bedanya cuma tidak banyak motor (bahkan tidak ada sepertinya) yang berlalu lalang seperti di ibukota negara kita.

4. Memiliki Stasiun Kereta Bawah Tanah yang Keren
Moskow memiliki kereta bawah tanah yang bisa dibilang cukup rumit dengan banyaknya jalur dan stasiun. Sistem angkutan tersebut bernama Metro Moskwa yang mulai dibuka pada tahun 1935 dengan jumlah stasiun sebanyak 194 buah. Setiap stasiun memiliki desain dan interior yang berbeda-beda dan unik. Para penumpang seakan tidak sedang berada dalam stasiun, melainkan lebih mirip museum atau mall dengan segala ukiran dan desain yang ada. Sebagian besar Metro yang ada di Moscow terletak di bawah tanah dengan kedalaman rata-rata 50 meter di bawah tanah dan bahkan ada yang lebih dalam lagi. Sama seperti di kota-kota besar lainnya, jika hanya ingin diam dan tidak buru-buru maka sebaiknya berdiri di sebelah kanan. Saat itu, saya coba-coba untuk naik eskalator tersebut di sisi sebelah kiri dengan menaikinya, tetapi kok gak sampai-sampai ya? -_-. Saya juga pernah iseng merekam dari atas hingga mencapai peron stasiun, setelah satu menit lebih ternyata barus selesai videonya.. cukup dalam sekali bukan?

5. Penduduknya Memiliki Postur Bagus
Kalo ini sih udah menjadi rahasia umum semua orang ya dimana orang Rusia memang terkenal dengan parasnya yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Selain itu, postur tubuh mereka juga mendukung paras wajah mereka yang rupawan. Banyak sekali embak-embak jelita atau mas-mas rupawan yang bekerja sebagai penjaga toko (mungkin jika di Indo sudah menjadi bintang iklan, paling tidak iklan sosis deh haha). Ntah mengapa, bagi saya paras orang Rusia itu berbeda dibanding dengan bule-bule lainnya. Mereka seperti memiliki ciri khas sendiri yang saya sendiri sulit untuk menggambarkannya he..he..he. Satu hal lagi yang menjadi nilai plus plus buat mereka adalah warna matanya!! Jika Anda memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang Rusia, jangan lupa lihat warna matanyaa!! he..he..he.

6. Memiliki Pasar Murah dan Mengenal Indonesia
Kalo mau beli oleh-oleh, pasar Ismailovsky (Izmailova) adalah tempatnya! Seperti Pasar Asemka di Jakarta, jikakita membeli banyak maka harga yang ditawarkan pun semakin murah. Jangan takut untuk menawar disini karena pedagangnya cukup baik kok. Tapi nawarnya yang masih wajar yaa karena bisa marah juga nanti penjualnya he he he. Untuk masalah kualitas, barang yang dijual di pasar ini memang tidak sebagus dengan barang-barang branded yang ada di mall, tetapi kalo menurut saya sih sudah cukup lumayan :). By the way, para penjual disini cukup familiar lho dengan orang Asia. Waktu saya kesana, awalnya saya dikira orang Thailand, mereka langsung mengucapkan "Swadika" setelah mengetahui saya orang Indonesia, mereka langsung mengucapkan "Assalamualaikum". Oh iya, ada seorang penjual bernama Aziz yang malah bisa berbahasa Indonesia dibandingkan bahasa Inggris. Dia juga menjual boneka khas Rusia dengan motif para Presiden Indonesia, lho. Luar biasa sekali bukan?

7. Penduduknya Multietnis Sama Seperti Indonesia
Sama seperti Indonesia, Russia memiliki penduduk dengan etnis yang beragam. Ketika berkunjung kesana, pasti kita dapat menemui orang-orang dengan berbagai macam bentuk wajah dan postur. Ada yang tinggi menjulang, ada yang sama dengan orang Asia pada umumnya, ada yang memiliki wajah seperti orang Mongolia, ada yang seperti orang timur tengah, dan sebagainya. Kalo menurut saya, penduduk Russia ini dibagi menjadi penduduk yang memiliki campuran dengan ras Mongolia, dengan ras negara yang berakhiran "tan" seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgiztan, dan "tan" lainnya, ras penduduk Eropa Barat, dan ras asli Russia sendiri. Oleh karena itu, perpaduan tersebut menghasilkan budaya yang beragam pula.

8. Penduduknya Memiliki Jiwa Seni
Berbicara mengenai kebudayaan, Russia ini kaya akan budaya, lho! Banyak sekali ragam tarian yang dapat ditemukan di Russia mulai dari tradisional hingga modern, dari yang tua hingga yang muda juga turut aktif ikut menari. Masyarakatnya juga merupakan orang-orang kreatif yang memiliki jiwa seni dalam dirinya. Ketika mengikuti sebuah acara, terdapat sebuah tarian yang selalu saya ingat, yaitu tarian mencuci baju di sungai ha.. ha.. ha unik sekali bukan? Pada umumnya tarian-tarian tersebut disajikan oleh kaum hawa dengan sembari berteriak-teriak (krrryyaahh dengan nada sopran) yang menjadi ciri khas. Mungkin hal tersebut yang juga membuat postur tubuh kaum hawa Russia ramping-ramping dan pantas saja prestasi Rusia di olahraga senam dan renang singkornasi di Olimpiade cukup membanggakan karena memang masyarakatnya senang menari.

9. Memiliki Makanan Beragam
Russia memiliki makanan yang beragam jenisnya. Makanan di Rusia dipengaruhi oleh berbagai budaya, untuk yang memiliki lidah Indonesia seperti saya, mungkin makanan-makanan tersebut "sedikit" hambar he.. he.. he.. Jadi jangan lupa bawa serbuk cabe, sambal, atau saus yaa kalo berkesempatan mengunjungi Rusia! Oh iyaa, ketika saya disana, mayoritas makanannya disajikan dengan Cranberries (mungkin seperti es teh ya disini). Lama-lama bosen juga sih minum Cranberries sampe akhirnya selalu minta air mineral tanpa gas (No sparkling water, please!)

10. Penduduk Manula Memiliki Semangat Seperti Anak Muda
Sama seperti di Singapura, banyak penduduk yang sudah berusia lanjut masih bekerja. Mayoritas mereka bekerja sebagai penjual tiket di stasiun, meskipun ada juga yang bekerja di restoran, dan umumnya adalah nenek-nenek. Oh iya, karena mayoritas penduduk usia lanjut tersebut tidak dapat berbicara bahasa Inggris jadi terlihat galak dan judes ketika hendak membeli tiket tapi aslinya pasti baik kok. Selain itu, dalam acara wyfs yang saya ikuti, banyak juga lho penduduk usia lanjut yang mejadi volunteer baik untuk menunjuk arah venue atau pun di bagian dapur. Bahkan ada pula lho yang mengajak cucu nya untuk berpartisipasi karena ternyata 30 tahun yang lalu mereka mengikuti festival yang sama.. semangat mudanya tidak luntur yaa!

Begitulah fakta-fakta mengenai Rusia yang saya temui ketika berkesempatan untuk mengunjunginya beberapa waktu yang lalu. Jika ada yang ingin bertanya, boleh langsung kontak saya yaa, akan saya balas secepatnya apabila sedang tidak sibuk he..he..he. :)